Jadilah astronot cilik! Jelajahi Tata Surya, cari tahu mengapa ada siang dan malam, ikuti perubahan wajah Bulan, dan timbang dirimu di planet lain, semuanya dari layar.
Coba setiap eksperimen untuk mendapatkan cap di paspormu!
Alam semesta adalah ruang yang sangat luas, berisi bintang, planet, bulan, dan galaksi. Ayo kenali empat penghuninya.
Bola gas raksasa yang memancarkan cahaya sendiri. Matahari adalah bintang terdekat dari kita.
Benda langit yang mengelilingi bintang. Tata Surya kita punya 8 planet.
Benda langit yang mengelilingi planet. Bulan adalah satelit alami Bumi.
Kumpulan sangat banyak bintang. Tata Surya kita ada di galaksi Bima Sakti.
Tujuan: mengenal urutan planet dan mengetahui planet mana yang paling lama berkeliling Matahari.
Ketuk planet atau Matahari untuk melihat datanya. Ukuran dan jarak tidak sesuai skala sebenarnya.
Planet yang dekat dengan Matahari menempuh orbit lebih pendek sehingga satu tahunnya lebih singkat. Merkurius hanya 88 hari, sedangkan Neptunus sekitar 165 tahun Bumi. Urutan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
Tujuan: memahami bahwa pergantian siang dan malam terjadi karena Bumi berputar pada porosnya (rotasi).
Pemandangan dari atas Kutub Utara. Titik merah adalah kamu yang berada di Bumi.
Matahari selalu menyinari separuh bagian Bumi. Karena Bumi berputar (rotasi) satu kali penuh setiap 24 jam, tempat kita bergantian menghadap Matahari (siang) dan membelakanginya (malam). Matahari tidak berpindah mengelilingi kita, kitalah yang berputar bersama Bumi.
Tujuan: mengetahui mengapa bentuk Bulan terlihat berubah-ubah selama satu bulan.
Bulan mengelilingi Bumi. Bagian Bulan yang menghadap Matahari selalu terang.
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, ia memantulkan cahaya Matahari. Separuh Bulan selalu terang, tetapi saat Bulan bergerak mengelilingi Bumi, bagian terang yang menghadap kita berubah. Satu putaran fase memerlukan sekitar 29,5 hari. Saat purnama, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.
Tujuan: mengetahui bahwa gravitasi tiap benda langit berbeda sehingga berat badan juga berbeda.
Ingat: massa tubuhmu tetap, tetapi berat berubah mengikuti besar gravitasi. Nilai di sini adalah perkiraan.
Lompatan dihitung dari contoh lompatan 50 cm di Bumi.
Gravitasi Jupiter sangat besar sehingga beratmu menjadi lebih dari dua kali lipat, sedangkan di Bulan gravitasinya kecil sehingga kamu terasa ringan dan bisa melompat jauh lebih tinggi. Urutannya tidak berubah karena hanya dikalikan dengan angka gravitasi masing-masing.
Setelah di laboratorium maya, buktikan dengan alat sederhana. Klik kartu untuk membuka panduan.
Bagian bola yang terkena cahaya sedang siang, yang gelap sedang malam.
Bentuk bagian terang berubah sesuai posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari.
Buat kalimat penolong dari huruf awal planet, misalnya "Me-Ve-Bu-Ma-Ju-Sa-Ur-Ne".
Jawab 7 pertanyaan dan raih lencana astronotmu!
Cahaya Matahari butuh sekitar 8 menit untuk sampai ke Bumi.
Venus paling panas di Tata Surya, suhunya sekitar 465ยฐC, padahal bukan yang terdekat dengan Matahari.
Jupiter sangat besar sehingga lebih dari seribu Bumi bisa masuk ke dalamnya.
Tidak ada angin di Bulan, jadi jejak astronot bisa bertahan sangat lama.
Ceritakan penemuanmu kepada guru dan temanmu di kelas!
โ Kembali ke Beranda